Celah Keamanan (vulnerability)
Berikut ini adalah 10 celah tidak
amannya software dan cara agar kita dapat mengatasi masalah tersebut menurut Open
Web Application Security Project (OWASP) :
1.
Unvalidated input
semua
aplikasi web menampikan data dari HTTP request yang dibuat oleh user dan
menggunakan data tersebut untuk melakukan operasinya. Hacker dapat memanipulasi
bagian-bagian pada request (query string, cookle information, header) untuk
membypass mekanisme keamanan.
berikut ini tiga
jenis penyerangan yang berhubungan dengan masalah ini:
a. Cross
site scripting
b. Buffer
overflow
c. Injection
flaws
2.
Broken Access Control
Banyak aplikasi yang mengkategorikan user-usernya ke
dalam role yang berbeda dan level yang berbeda untuk berinteraksi dengan
content yang dibedakan dari kategori-kategori tersebut, salah satu contohnya,
banyak aplikasi yang terdapat user role dan admin role: hanya admin role yang
dijinkan untuk mengakses halaman khusus atau melakukan action melakukan action
administration.Masalahnya adalah beberapa aplikasi tidak efektif untuk memaksa
agar otomatis ini bekerja contohnya, beberapa program hanya menggunakan sebuah
chekpoint dimana hanya user yang terpilih yang dapat mengakses: untuk proses
lebih lanjut, user harus membuktikan dirinya menjalankan pengecekan dari chek
point sebelumnya: dimana apabila user berhasil melewati halaman login, mereka
dapat bebas menjalankan operasi.
Masalah lain yang berhubungan dengan access control
adalah :
a. Insecure
Ids (Id Tidak aman) – beberapa site menggunakan id atau kunci yang menunjukan
kepada user atau fungsi. ID dapat juga ditebak, dan jika hacker dapat mudah
menebak ID dari user yang terautorisasi, maka site akan mudah diserang.
b.
File
permissions- kebanyakan web dan aplikasi server percaya kepada external file
yang menyimpan daftar dari user yang terotorisasi dan resources mana saja yang
dapat dan/atau tidak dapat di akses. Apabila file ini dapat di baca dari luar,
maka hacker dapat memodifikasi dengan mudah untuk menambahkan dirinya pada
daftar user yang diijinkan.
Langkah
–langkah apa saja yang dapat di lakukan untuk mengatasinya? Pada contoh-contoh
tadi, kita dapat mengembangkan filter atau komponen yang dapat di jalankan pada
sensitive resources, filter atau komponen tadi dapat menjamin hanya user yang
terotorisasi dapat mengakses. Untuk melindungi dari inseure Ids yang dapat
memberi acess control, pada masalah file permission, file-file tersebut harus
berada pada lokasi yang tidak dapat di akses oleh web browser dan hanya role
tertentu saja yang dapat mengaksesnya.
3. Broken
Authentication dan session Management
Authentication
dan session management menunjuk kepada semua aspek dari pengaturan user
authentifikasi management of active session, ini beberapa hal yang perlu di
perhatikan :
a. Password strength-Aplikasi kita harus memberikan
level minimal dari keamanan sebuah password dan mendaftar: aplikasi tidak
mengijinkan password dengan panjang 3-4 atau kata-kata simple yang dapat mudah
ditebak oleh hacker.
b. Password use –Aplikasi kita harus membatasi user
yang mengakses aplikasi melakukan login kembali ke sistem pada tenggang waktu
tertentu. Dengan cara ini aplikasi dapat dilindungi dari serangan brute force
dimana hacker bisa menyerang berulang kali untuk berhasil login ke sistem,
selain itu, log in yang gagal sebaiknya dicatat sebagai informasi kepada
administrator untuk mengindikasikan kemungkinan serangan yang terjadi.
c.Password storage – password tidak
boleh disimpan di dalam aplikasi. Password harus disimpan dalam format
terenkripsi dan disimpan di file lain seperti database atau file password. Hal
ini dapat meastikan bahwa informasi yang sensitif seperti password tidak
disebarkan ke dalam aplikasi.Issue lain yang berhubungan: password tidak boleh
dalam bentuk hardcode didalam source code.
d. Session ID Protection – server
biasanya menggunakan session Id untuk mengidentifikasi user yang msauk kedalam
session. Akan tetapi jika session ID ini dapat dilihat oleh seseorang pada jaringan
yang sama, orang tersebut dapat menjadi seorang client.Salah satu cara yang
dapat digunakan untuk mencegah terlihat sessio ID oleh seseorang pada suatu
jaringan yang sama adalah menghubungkan komunikasi antara server dan client
pada sebuah SSL-protected channel.
4. Cross
Site Scripting
Cross
Site Script atau kependekannya XSS merupakan salah satu serangan injeksi
code (code injection attack). XSS dilakukan oleh penyerang dengan cara
memasukan kode HTML (HyperText Markup Language) atau client script
code lainnya kesuatu situs. Serangan ini akan seolah-olah datang dari
situs tersebut akibat serangan ini antara lain penyerang dapat
mem-bypass keamanan disisi klkien, mendapat informsi sensitif, atau
menyimpan aplikasi berbahaya.
Alasannya
kependekan yang digunakan XSS bukan CSS karena CSS sudah digunakan
untuk cascade syle sheet.
Cross site
Scripting atau XSS memiliki Tipe XSS antara lain:
a.
Reflected XSS
atau nonpersitent
Reflected
XSS merupakan tipe XSS yang paling umum dan yang paling mudah dilakukan
oleh penyerang. Penyerang menggunakan social engineering agar tautan
dengan kode berbahaya ini diklik oleh pengguna. Dengan cara ini
penyerang bisa mendapatkan cookie pengguna yang bisa digunakan
selanjutnya untuk membajak session pengguna.
Mekanisme
pertahanan menghadapi serangan ini adalah dengan melakukan validasi input
sebelum menampilkan data apapun yang di-generate oleh pengguna. Jangan
percaya apapun data yag dikirim oleh pengguna.
b.
Stored XSS
Stored
XSS lebih jarang ditemui dan dampak serangannya lebih besar. Sebuah serangan
stored XSS dapat berakibat pada seluruh pengguna. Stored XSS terjadi saat
pengguna diizinkan untuk memasukan data yang akan ditampilkan kembali.
Contohnya adalah pada message board, buku tamu, dll. Penyerang memasukkan
kode HTML atau client script code lainnnya pada posting mereka.
Serangan
ini lebih menakutkan. Mekanisme pertahanannya sama
dengan reflected XSS: jika pengguna diizinkan untuk memasukkan data,
lakukan validasi sebelum disimpan pada aplikasi.
5. Buffer
over Flow
Kelemahan
Buffer overflow adalah salah satu dari banyak kelemahan dari keamanan komputer.
Kelemahan jenis ini dapat digunakan pada remote acces atau local acces atau,
karena ini dapat memberikan si Attacker kesempatan untuk melancarkan
jurus-jurus dengan coding di komputer target.
Serangan
Buffer overflow terjadi ketika si attacker emberikan input yang berlebihan pada
program yang di jalankan, sehingga program mengalami kelebihan muatan dan
memory tidak dapat mengalokasikannya. Ini memberikan kesempatan kepada Attacker
untuk menindih data pada program dan men take over kontrol porgram yang
dieksekusi attacker.
Buffer
over flow hasil dari kelemahan bahasa pemograman c, c++, fontran, dan assembly,
yang tidak secara otomatis melakukan pengecekan batas input ketika program
dieksekusi. Sebagai akibat dari Buffer overflow dapat menyebatkan crash pada
program, atau mempersilahkan si Attacker untuk mengesekusi perintah atau coding
jahatnya untuk menguasai sistem target, seperti tujuan mengambil alih akun root
menggunakan metode buffer overflow.
Di
dalam artikel ini, kami mencoba sedikit memberikan penjelasan bagaimana buffer
overflow itu bekerja, dan bagaimana cara mengatisipasinya. Buffer overflow
biasa terjadi sebagai berikut :
a.
Program yang begitu kompleks, sehingga
programmer sendiri tidak mengetahui kelemahan programnya.
b.
Relies on external data to control pada
program.
Buffer
adalah alokasi yang disediakan di memory seperti array atau pointer di c. Di bahasa
C dan C++, tidak ada pembatasan otomasyisa pada buffernya, yang mana user dapat
menulis input melewati buffer. Sebagai contoh:
Int main (){
Int buffer [10];
Buffer [20] =10;
}
Program
bahasa C diatas adalah program yang valid, dan setiap compiler dapat mengkompil
ini tanpa error. Tetapi, program ini dapat di jahili dengan menuliskan input
melebihi batas buffer memory yang telah ditentukan, yang mana akan menghasilkan
kesalahan pada program.
Sebuah proses adalah program dalam
eksekusi. Program yang tereksekusi di dalam disk mengandung beberapa set
intruksi binary yang dikerjakan oleh processor; beberapa read only data,
seperti printf string format; global dan data statis yang output terakhir
eksekusi program; dan sebuah brk pointer yang menjaga jalur dari malloced
memory. Fungsi loval variabel adalah otomatis terbentuknya variabel dalam stack
ketika fungsi di eksekusi .
Ilustrasi di atas
memperlihatkan layout memory di linux. Sebuah proses dimulai dengan coding
program-program dan data. Kode dan data berada dalam intruksi program dan
inisialisasi dan unisialisasi statis dan global data secara berturut-turut.
Setelah itu adalah run-time heap (Dibuat menggunakan malloc/calloc), dan di
posisi atas adalah users stack. Stack ini digunakan ketika sebuah fungsi di
panggil.
c.
Bagian Stack
Stack
adalah beberapa blok dari memory yang berisi data. Sebuah stack pointer (SP)
menunjukan paling atas dalam stack. Ketika pemanggilan fungsi terbentuk, para
meter fungsi masuk ke dalam stack dari kanan ke kiri. Kemudian alamat
pengembalian nilai (alamat yang akan di eksekusi setelah pengembalian nilai
fungsi yang ditunjuk oleh frame pointer (FP), masuk ke dalam stack. Frame
pointer digunakan sebagai referensi variabel lokal dan parameter fungsi, karena
itu semua adalah kesatuan dari FP, otomatisasi lokal variabel masuk ke dalam
stack setelah FP. Dalam Implementasinya stack terpenuhi dari alamat memory yang
besar ke yang kecil.
Ilustrasi
di atas adalah bagian- bagian dari stack ketika sebuah fungsi dieksekusi.
Perhatian FP berada di antar local dan return addresses. Sebuah contoh dalam
bahasa C,
Void function (int a,
int b, int c) {
Char buffer 1[5];
Char buffer2 [10];
}
Int main (){
Function (123)
}
Function stack seperti
di bawah ini
Seperti yang kita
lihat, buffer 1 manggunakan 8 bytes dan buffer 12 byter, di memory dapat
diaalamatkan hanya dalam beberapa bytes (4 byters), sebagai tambahan FP
digunakan untuk megakses variabel a,b,c buffer 1 dan buffer 2. Semua variabel
tersebut tiak mengambil space dalam disk copy eksekusi.
Buffer Overflow:
Detailnya
Contoh lain dalam
bahasa C
Void function
(char*str){
Char buffer [16]
Strcpy (buffer, str);
}
Int main (){
Char*str=”I am greater
than 16 bytes”;// Panjang dari str = 27 bytes function (str);
}
Program
ini dijamin setelah di kompil, akan menghasilkan eror, karena string (str)
sebesar 27 bytes terkopi ke dalam lokasi (buffer) yang hanya di alokasikan
sebesar 16 bytes. Ekstra bytes melewati buffer dan menimpa ruang yang di
alokasikan untuk FP, return address juga terkena. Hal ini, menyebabkan corupt
dalam proses stack. Fungsi yang digunakan untuk kopi string adalah strcpy, yang
tidak memeriksa batasan inputnya. Menggunakan strncpy, yang tidak memeriksa
batasan inputnya. Menggunakan strncpy akan menghindari kejadian ini di dalam
stack. Bagaimanapun, contoh klasik ini, menunjukkan bagaimana konsep buffer
overflow dalam menimpa sebuah fungsi return address, dan dilanjutkan dengan
menjalan beberapa malicious code.
d. Overwriting
Function’s Return Addresses
Seperti yang kita tahu, sangat mudah untuk melakukan
overwriting function’s return addresses, attacker menggunakan teknik buffer
overflow untuk mendapatkan akses root. Attacker mencoba mengesekusi buffer
buffer overflowwing area, menimpa nilai dari return address yang mengisi nilai
ke buffer dan mengesekusi kode jahatnya. Sebagai kode yang bisa dimasukkan ke
dalam program menggunakan environment variabel atau program input parameters.
Sebagai contoh coding yang bisa mendapatkan shell akun root pada paper yang
ditulis oleh aleph One untu Phrack Magazine.
Tindakan
Untuk Mencegah Buffer Overflow
Tidak
satupum metode yang dijelaskan di bawah yang benar-benar bisa mencegah
kemungkinan serangan, namanyajuga manusia tempatnya salah dan lupa. Tetapi
metode dibawah ini, dapat meminimalisir dari kegiatan buffer overflow yang
mengakibatkan kerusakan stack.
a) Menulis
kode yang aman : Buffer overflow adalah hasil dari input yang berlebihan ke
dalam buffer. C library seperti strcpy (), stcat (), sprintf () dan vsprintf
beroperasi pada null terminated strings dan tidak mengecek batasan input. Gets
() juga fungsi lainnya yang memasukkan input ke dalam buffer dari stdin. Pada
scanf () juga bisa mengakibat buffer overflows.
b) Stack
execute invalidation: karena koding jahat (contoh, instruksi assembly untuk
mengambil alih root shell) merupakan input rgument ke dalam program, ini
tersimpan ke dalam stack dan bukan dalam code segment. Oleh karena itu solusi
mudahnya adalah tidak memperboleh adalah tidak memperbolehkan stack mengesekusi
intruksi apapun. Kode apapun yang dieksekusi dengan kode lainnya di dalam stack
dapat mengakibatkan segmentation violation.
c) Compiler
tools : Beberapa tahun terakhir, compiler mempunyai kemampuan lebih. Beberapa compiler
di lengkapi peringatan dalam menggunakan kostruk yang tidak aman seperti gets
(), strpy () dan sejenisnya sebagai contoh:
Int main (){
Char*str = (char*)
malloc (10);// mengalokasikan 10 bytes untuk str
Gets (str);// membaca
input dari stdin dan disimpan ke str
}
Setelah
di compiler tool mempunyai fitur untuk bounds checking, jadi meng generate kode
yang built-in tanpa mengubah struktur kode yang dapat menghindarkan penggunaan
ilegal address tidak diperbolehkan untuk eksekusi. Gunakanlah patch GCC untuk
mendapatkan fitur mendapatkan fitur bounds checking, dapat anda temui di http://web.inter.nl.net/hcc/Haj.Ten.Brugge patch
ini juga mencegah tindakan penimpaan return adress, seperti yang banyak
terjadi. Dan juga gunakan tools stackshield di .
6. Injection
Flows
Injection
flaws,yaitu salah satu teknik hacking yang memanfaatkan celah keamanan pada
basis datanya. dan yang sering digunakan adalah SQL injectiondengan
memasukan perintah-perintah SQL pada website yang lemah dalam membuat struktur
basis data, akan memudahkan bagi hacker untuk mendapatkan informasi pribadi,
seperti strukur tabel basis data, kolom-kolom yang terdapat pada tabel basis
data tersebut, hingga isi record basis data tersebut. sehingga hacker bisa
mengetahui username atau id dan password admin pengelola website tersebut.
SQL injection termasuk
salah satu cara menembus celah keamanan yang sudah lama diketahui, namum hingga
saat ini masih banyak pemeintah Indonesia, salah satunya adalah website milik
salah satu instansi pemerintah di bawah kementerian Riset dan Teknologi
Republik Indonesia dengan alamat url : http://....go.id
|
|
Error SQL yang terlihat, dapat dimanfaatkan untuk mengetahui nama database dan table-table dalam databse tersebut yang digunakan sebagai basis data website ini.
|
Pada
website ini error ‘unkown column’ yang ditemukan adalah mengetahui
versi mysql dan username administrator database, yaitu dengan memasukkan
sintak `and 1=2 union select version(), 2-`sehingga diketahui versi
mysqlnya adalah versi 5.
|
Dan selanjutnya untuk
mengetahui nama username dan databse pada website ini adalah dengan mengganti
sintak version (), menjadi databsse dan user (), contohnya adalah alamat url
berikut ini:
|
Dan setelah nama
databasenya, akan mudah untuk mengetahui nama tabel-tabel pada database
tersebut, adalah dengan memasukkan sintak `and 1=2 union select
group_concat (table_name) from information_schema.tables where
table_schema=database ()- `pad akhir alamat url, menjad:
|
Terlihat nama table-table pada database
ini adalah agenda batas_orangjam, buku_alamat, dimanam direktori,
direktori_url, disposisi_surat, fasilitas, file,tb, forum, grup, grup_pengguna,
hasil_jajak,_pendapat, ing_core_acl_aro, ing_core_acl_aro_groups, ing_core_acl_aro_sections,
ing_core_acl_group_aro_map,ing_core_log_items,ing_core_log_sear.
Setelah mengetahui
struktur tabel pada database ini, akan mudah untuk mengetahui nama kolom-kolom
pada tabel-tabel tersebut adalah dengan memasukkan sintak : `and 1=2 union
select group_concat (table_name) from information_schema.tables where
table_name=mysqlchar(table_name)-,bagaimana mendapatkan nilai mysqchar adalah
dengan mengkonversi nama tabel menjadi bantuan sql pada localhost kita, nama
tabel agenda dikonversi menjadi char (97,103,101,110,100,97).
Sehingga
alamat url menjadi :
Dan didapat nama kolom
pada tabel agenda seperti pada gambar
|
maka diketahui, nama
kolom pada tabel agenda adalah kode_agenda pemilik, judul, tipe, tgl_mulai,
waktu_mulai, waktu_selesai, kode_pengulangan, kode_undangan, deskripsi,
tgl_dibuat, tgl_diubah, sharing_publik, sifat_sharing, undang_via_email,
undang_via_sms.
Terakhir untuk
mengetahui isi dari kolom-kolom tersebut adalah dengan memasukkan
sintak `and 1=2 union select group_concat(nama_kolom0x3a,nama_kolom
lainnya) from nama_table-
Sehingga url menjadi :
|
Maka
selanjutnya sql injection inid apat dimanfaatkan oleh orang yang tidak
bertanggung jawab untuk mengetahui nama username dan administrasi untuk login
sebagai administrator website ini.
7. Insecure
storage
Aplikasi
web biasanya perlu menyimpan informasi yang sensitif seperti password,
informasi kartu kredit, dan yang lain. Dikarenakan item-item tersebut bersifat
sensitif item-item tersebut perlu dienkripsi untuk menghindari pengaksesan
secara langsung. Akan tetapi beberapa metode enkrips lemah dan masih bisa
diserang.
Berikut ini beberapa kesalahan yang
sering terjadi :
a.
Kesalahan untuk mengenkripsi data
penting.
b.
Tidak amannya kunci, certificate, dan
password
c.
Kurang amannya tempat penyimpanan
data
d.
Kurangnya perhitungan dari rekomendasi
e.
Kesalahan pemilihan algoritma
f.
Mencoba untuk menciptakan algoritma
enkripsi yang baru.
Berdasarkan skenario berikut ini terdapat sebuah aplikasi, dimana terdapat
password pada user object. Akan tetapi, aplikasi menyimpan user objek ke dalam
session setelah user login. Permasalahan yang akan muncul pada skenario ini
adalah password dapat dilihat oleh seseorang yang dapat melihat session user
tersebut.
Salah satu cara yang
dilakukan untuk menghindari kesalahan penyimpanan informasi yang sensitif
adalah : tidak membuat password sebagai atribut dari kelas yang mewakili
informasi user; Daripada mengenkripsi nomor kartu kredit dari user, akan lebih
baik untuk menanyakannya setiap kali dibutuhkan.
Selain
itu, menggunakan algoritma enkripsi yang sudah ada akan lebih baik daripada
membuat algoritma sendiri. Anda cukup memastikan algoritma yang akan digunakan
telah diakui oleh public dan benar-benar dapat dilaksanakan.
8. Deniel
of Service
Deniel of Service merupakan serangan yang dibuat
oleh hacker yang mengirimkan request dalam jumlah yang sangat besar dan dalam
waktu yang bersamaan. Dikarenakan request-request tersebut, server menjadi
kelebihan beban dan tidak bisa melayani user lainnya.
Serangan
DoS mampu menghabiskan bandwidth yang ada pada server. Selain itu dapat juga
menghabiskan memory, koneksi database, dan sumber yang lain.
Pada
umumnya sangat sulit umtuk melindungi apliksi dari serangan ini. Akan tetapi
masih ada cara yang dapat dilakukan seperti membatasi resource yang dapat di
akses user dalam jumlah yang minimal. Merupakan ide/cara yang bagus untuk
membuat load quota yang membatasi jumlah load data yang akan diakses user dari
sistem.
Salah satu contoh adalah pada
implementasi bulletin board : adanya pembatasan user pada ssaat melakukan
search, dimana operasi ini hanya dapat dilakukan setiap 20 detik. Dengan cara
ini dapat dipastikan bahwa user tiadk bisa menghasbiakan koneksi dari database.
Solusi
yang lain adalah mendesain aplikasi web dimana user yang belum terotorisasi
hanya memiliki akses yang sedikit atau tidak memilki akses ke content web yang
berhunbungan dengan databse.
9. Insecure
Configuration Management
Biasanya
kelompok (group) yang mengembangkan aplikasi berbeda dengan kelompok yang
mengatur hosting dari aplikasi. Hal ini bisa menjadi berbahaya, dikarenakan
keamanan yang diandalkan hanya dari segi aplikasi : sedangkan dari segi server
juga memiliki aspek keamanan yang perlu diperhatian, Adanya kesalahan dari
konfigurasi server dapat melewati aspek keamanan dari segi aplikasi.
Berikut ini adalah kesalahan konfigurasi
server yang bisa menimbulkan masalah :
a.
File-file backup atau file contoh
(sample dile), file-file script, file konfigurasi yang tertinggal/tidak perlu.
b.
Hak akses atau file yang salah.
c.
Adanya service yang seperti remote
administration dan content management yang masih aktif.
d.
Penggunaan default account dan default
password.
e.
Fungsi administrative atau fungsi debug
yang bisa diakses.
f.
Adanya pesan error yang informatif dari
segi teknis.
g.
Kesalahan konfigurasi SSL certificate
dan setting enkripsi.
h.
Penggunaan self-signet
certificates untuk melakukan autentikasi.
i.
Penggunaan default certificate.
j.
kesalahan autentifikasi dengan
sistem eksternal.
Contoh
lain Vulnerability (Celah Keamanan)
·
windows xp vulnerability ms08-067
(Remot Vulnerability |Service vulnerability)
Celah keamanan ini memungkinkan attacker (Hacker yang menyerang sistem) untuk menjalankan malware secara remot dengan cara membuat paket PRC request Khusus.
(celeh keamanan ini digunakan oleh worm conficker untuk menyebarkan dirinya)
Patch :https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms08-067.aspx
Celah keamanan ini memungkinkan attacker (Hacker yang menyerang sistem) untuk menjalankan malware secara remot dengan cara membuat paket PRC request Khusus.
(celeh keamanan ini digunakan oleh worm conficker untuk menyebarkan dirinya)
Patch :https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms08-067.aspx
·
DRAM Rowhammer vulnerability (Local
Exploit | Hardware Vulnerability)
Celah keamanan ini memungkinkan attacker untuk mengangkat privilage (Hak akses ke sistem) dirinya sendiri.
Celah keamanan ini memungkinkan attacker untuk mengangkat privilage (Hak akses ke sistem) dirinya sendiri.
·
Bug Didalam Game online (Local
Exploit| Software vulnerability)
Hello gamers,pernah ngedupe item,atau pernah ngecheat biar bisa lari cepet, nah itu termasuk vulnerability juga yang memungkinkan player untuk ngedupe item atau exploitasi EXP biar naik lvl cepet.
Hello gamers,pernah ngedupe item,atau pernah ngecheat biar bisa lari cepet, nah itu termasuk vulnerability juga yang memungkinkan player untuk ngedupe item atau exploitasi EXP biar naik lvl cepet.
·
Winrar Spoof extension 2.80 –
5.10(Local Exploit|Software Vulnerability)
bug ini memungkinkan attacker untuk menyembunyikan extensi file ,sehingga keliahatan seperti extensi file yang diinginkan.
bug ini memungkinkan attacker untuk menyembunyikan extensi file ,sehingga keliahatan seperti extensi file yang diinginkan.
·
GDI Exploit (Local Exploit | Software
vulnerability)
memungkinkan attacker untuk menyisipkan malware dalam file gambar dengan format (EMF or WMF)q
memungkinkan attacker untuk menyisipkan malware dalam file gambar dengan format (EMF or WMF)q
·
Vulnerability pada aplikasi web bisa beragam, tergantung dari module
,plugin,library dan CMS yang digunakan. oleh karena itu sebagai webmaster harus
rajin mengupdate moodule,library ,theme CMS yang yang digunakan.
·
Vulnerability dan Exploit yang dipublish di internet.
Cukup ketikan kata kunci “exploit list” di google kamu akan menemui website yang mempublish vulnerability dan exploit secara up to date.
Cukup ketikan kata kunci “exploit list” di google kamu akan menemui website yang mempublish vulnerability dan exploit secara up to date.
Ada banyak website yang memposting exploit untuk berbagai
macam vulnerability program baik aplikasi desktop,server atau aplikasi web.
jika ada orang yang terhubung ke internet secara langsung dan tidak mengupdate
aplikasinya maka mereka akan bisa diexploitasi dengan exploit tersebut.
Contoh website yang mempublish vulnerability program dan
exploit adalah https://www.exploit-db.com/
Tehnik
Pencegahan exploitasi vulnerability(celah
keamanan)
Update Operating sistem,firmware dan aplikasi
Karena celah keamanan ini berasal dari
software atau service yang berjalan di dalam system ,maka jangan lupa untuk
mengikuti perkembangan aplikasi yang anda gunakan.
Selalu update secara berkala baik
Operating sistem ataupun aplikasi,karena vulnerability bisa berasal dari
Operating software ataupun aplikasi yang terinstall di komputer. karena meggupdate
aplikasi adalah obat untuk mengatasi vulnerability
Penting:
Mengupdate
browser sangat penting,karena browser menjadi sejata kita pada saat browsing di
internet. jika kamu gak pernah update browser kamu,dan ada celah keamanan di
versi browser yang kamu gunakan,kamu bakal jadi bulan bulanan hacker. Begitu
kamu membuka website yang sudah ditanami kode exploitasi yang ditujukan
untuk versi browser dengan vulberability dan versi browser kamu termasuk
didalam nya. maka dengan otomatis komputer kamu terinfeksi virus tanpa
kamu download /klik apa2. Serem kan!!
Khusus
untuk webmaster, wajib mengecek website dan mengikuti berita terkini
seputar dunia keamanan. jika sampai website yang kamu kelola ketinggalan
update, habislah sudah dijamin website yang kamu kelola bakal diacak-acak
hacker.
Sumber
: https://www.tembolok.id/pengertian-vulnerability-contoh-dan-pencegahan/
